Followers

Selasa, 16 September 2014

Cerpen Bertema Keluarga



Kenangan Terindah
            Suatu keluarga yang sangat harmonis terdiri dari papah, mamah, kak Tio dan Lala. Keluarga ini adalah keluarga yang sangat pengertian satu sama lain. Saat mereka sedang makan tiba-tiba Lala bertanya “Mah, Pah. Liburan ini kita mau kemana?.” “Lho, kalo makan jangan sambil bicara La.” Sahut Mamah. Lala pun diam dan melanjutkan makannya.
            Saat diruang keluarga Lala pun bertanya lagitentang hal tersebut. “Mah, liburan kali ini mau kemana?.” “sayang, liburan kali ini papah dan mamah ngerencanain untuk liburan kerumah kakek dan nenek didesa”. “Asiik, aku mau kedesa.” Lala pun senang karena liburan kali ini dia akan kerumah kakeknya.
            Liburan yang dinanti-nanti pun datang. Lala dan keluarganya mulai berberes-beres barang apa saja yang akan mereka bawa ke kampung mamah. “kaka, apa barangnya sudah dibawa semua?.” Tio pun menjawab “sudah mah”. “oh yaudah, ayo pah kita brangkat.” Sahut mamah
            Akhirnya pun mereka sampai ke kampung halaman kakek. Lala sangat senang dan langsung jalan-jalan dan menikmati pemandangan yang sangat bagus yang tidak pernah dilihatnya di kota.
            Saat mereka berkumpul diruang keluarga, Lala bertingkah sangat lucu seperti anak kecil. Melihat tingkah tersebut semua terbahak-bahak kecuali kak Tio yang terlihat sangat gelisah. Melihat itu, Lala langsung mendekati kakanya. “kak, kok kaka diem terus sih? Ada masalah yah.” “enggak kok de” sahut kak tio. “tapi kenapa kaka diem terus kakak pasti bohong nih, ayo kak jawab yang jujur, ada masalah apa?”. “iyadeh, ini kakak akan bilang yang jujur. Dek, tadi malem kaka mimpi saat kita mau pulang liburan mobil yang kita tumpangi jatuh kejurang.” Jawab kak Tio. “Mimpi itu cuma bunga tidur ka, jadi ngga usah terlalu dipercaya.” Timpa Lala. “yaudah, sekarang Lala mau bobo dulu. Mending kakak juga bobo sanah !”.” Iya adikku sayang, mimpi indah yah”.
            Keesokkan hanrinya mereka berpamitan kepada kakeknya karena mereka ingin pulang. Dalam perjalanan mereka bercanda dan tertawa sangat riang. Saat di pos, mobil yang mereka tunggangi bertabrakan dengan sebuah mobil pengangkut beras. Mobil mereka pun jatuh kejurang. Tetapi herannya, Lala dan kakaknya malah terlempar dari mobil itu sedangkan mamah dan papahnya tidak bisa tertolong karena mereka tertindih mobil yang rusak berat. Lala dan kakaknya segera dibawa kerumah sakit oleh warga sekitar yang menemukannya.
            Dua hari sudah Lala terbaring belum sadar di Unit Gawat Darurat dan sampai sekarang Lala tidak mengetahui bahwa kedua orang tuanya meninggal dunia. Kakak Lala yang sudah terlebih dahulu mengetahui kejadian itu merasa sangat terpukul namun dia mencoba untuk tetap tabah. “Kak, mamah dan papah mana?.” Tanya Lala pada kak Tio. “hmm, mam-mam-mamah dan papah sedang pergi sebentar.” Kak Tio terpaksa berbohong kepada adiknya karena dia tidak mau melihat adiknya yang baru siuman itu menjadi syok. Beberapa menit kemudian Lala bertanya kepada kak Tio lagi “kak, mamah dan papah manah? Katanya sebentar, tapi kok sampe sekarang belum datang?.” “mungkin mamah dan papah sedang kena macet di jalan dek, yaudah mending sekarang adek tidur dulu ini kan udah malem. Nanti kalo mamah dan papah udah dateng dan mau njemput adek nanti kaka bangunin.”
            Keesokkan harinya Lala sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. “kak, katanya mamah sama papah mau jemput Lala dirumah sakit?.” Tanya Lala. Mendengar itu kak Tio hanya tetap berjalan kedepan dan berpura-pura tidak mendengarkan. Sambil menengok kekanan dan kekiri Lala bertanya kepada kakaknya “ihh kak, kenapa kita kemakam kak? Serem tau.” “dek, kamu jangan kaget yah. Ini mungkin emang udah jalan takdir kita dari Allah SWT. Mamah dan papah sudah tidak ada didunia ini dek.” Jawab kak Tio sambil memegangi tangan adiknya. Dengan sedikit tertawa kecil Lala menjawabnya “he he heh. kak, kaka ngga usah bercanda deh kak. Itu bener-bener ngga lucu tau.” “bener dek, kaka ngga bohong. Mamah dan papah sudah meninggal ini makam mamah dan papah” kak Tio menjawabnya sambil memeluk erat adeknya. Lala segera melepaskan pelukannya dan langsung jatuh tersungkur di tanah “mamah dan papah, meninggal?! mamaaaaaaahh, papaaaaaaaaahh. Kenapa kalian pergii !! kalian sudah berjanji kita akan pergi ke rumah kakek lagi kan ?! tapi kenapa mamah ingkar mah, pah. Kalian pembohong !!” Lala menangis sambil beberapa kali menyiumi tanah makam kedua orang tuanya dan memeluk batu nisan kedua orang tuannya.
            Sekian cerita pendek yang dapat saya ceritakan. Amanat yang dapat kita ambil adalah kita tidak boleh membuat orang tua kita kecewa. Buat lah mereka selalu bangga atas apa yang kita perbuat selagi mereka masih ada.

Cerpen Remaja Singkat



떨려오는 내가슴
(Hatiku Bergetar)
Berteman dengannya sejak lama membuat rasa sayang ku semakin kuat. Sekarang kita sedang berbaring di taman. Hanya kita bedua.
Dia tetidur dengan pulasnya. aku ingin membangunkannya untuk mengungkapkan perasaan ku. Namun aku sangat malu dan hanya mampu menatap raut wajahnya yang masih tertidur
 (dalam hati) apakah dia akan marah jika ku ungkapkan rasa ini?”
Malu rasanya mulut ini mengungkapkan, (mendekatkan wajah ke wajahnya)

Bibir nya yang terlihat sexy itu. Membuatmu ingin menciumnya. Namun kau malu

Laluuu..... Chuuuup !
Sebuah ciuman menghampiri bibirku. Aku tak bisa melepaskan. Desahan nafasnya terasa didaguku.

 “apa yang kau lakukan?” mendekat kepadaku dan berbisik
Aku hanya kaget dan terdiam
“aku juga sayang kepadamu dari dulu J !!!”

Cerpen Remaja



The Secret Melodi

aku mengenalnya sejak kecil. kami tak terpisahkan sejak TK. Sampai masuk SMA aku selalu bersamanya. Namun kami mendapat kelas yang berbeda.
“hey ! kenapa kau tidak latian? Bu guru menangis kepadaku tau, bikin repot saja kau ini !” mendobrak pintu kelas
melihatnya sedang memangku seseorang. Itu membuatku semakin marah memang dia itu sangat playboy kepada seseorang sejak masuk SMA
“ah, aku sedang malas. Jadi hari ini aku ngga bisa pergi ! aku mau pergi jalan bareng mereka. Kau mau ikut? (menunjuk ke gadis-gadis)
“ngga sudi !”
BREGGGG !!!!
Aku sangat kecewa dengannya, apa yang sebenarnya dia pikirkan sehingga tidak mau latihan biola. Padahal konser tinggal 3 minggu lagi.
“dia benar-benar tak mau ikut konser” pekikmu sambil menundukan kepala didepan guru biola.
“padahal aku ingin menjadikannya pemain biola utama dikonser nanti. Tolong ya. Bilang lagi ke dia agar mau ikut konser ini. Bu guru tidak tau lagi harus memilih siapa untuk menggantikannya”. Pintanya kepadaku
Padahal konser ini akan dilihat oleh banyak orang sekalilgus walikota dan dosen universitas. Tiar akan masuk ke universitas bagus bila dia ikut konser ini. Apapun akan ku lakukan demi masa depannya. Karena permainan biolanya itu akan membantunya menggapai impiannya.
“baiklah, aku punya ide agar dia mau tampil di konser” sahutku sambil menunjuk keatas.
“apa ide nya?” kata bu Nisa sambil mendekat penasaran.
Apapun akan  kulakukan demi masa depannya ......
 “apa kau tidak apa-apa!?”. Dia datang dan mendobrak pintu
            “Aku mendengar dari guru katanya tanganmu cidera. apa Itu benar?”
“iya, butuh waktu 3 minggu untuk menyembuh kan cidera ini. Sepertinya aku ngga bisa tampil di konser penyambutan nanti”. Jawabku sambil menunjukan jariku yang dilapis perban.
“ apa?!!”
maaf aku berbohong, untuk kali ini saja aku tidak ikut konser. Karena dengan ini kau bisa ikut konser dan menggapai impianmu
“perlihatkan tanganmu!”. menarik tanganku lalu menciumnya
Dheg . . . . dheg . . . dheg
“dasar bodoh, padahal kau berlatih giat demi tampil di konser itu”.
“karena tanganku seperti ini, maukah kamu menggantikanku dikonser nanti?”. Kataku merajuk.
“kalau itu aku ngga mau!”.
“apa?!”
“tidak ada hubungannya dengan ini semuakan, aku bermain biola bukan untuk dilihat semua orang. Aku bermain hanya untuk ........”.
Ada apa ini, padahal dia hanya memainkan satu lagu di konser nanti. Semua rencana ku gagal total. aaaarrrghhhhhh
“hari ini aku diajak kencan sama seseorang, karena aku mendengar kau cidera jadi aku tinggalkan orang itu. Ini semua salahmu, kau merusak hariku. Sebagai gantinya kau harus memberikan waktumu sampai konser penyambutan. Jika kau setuju aku akan tampil di konser. Bagaimana?”
Brarti bisa dibilang rencana ku berhasilkan
 “hay, kita pergi karaokean yukk !” ajak teman sekelasku
“maaf, waktu denganku adalah prioritas utama buatnya” membuka pintu kelas lalu memegang tanganku.
“kata siapa?!
“kau yang bilang akan memberikan waktumu kepadaku”
“ahhh, jangan bilang yang aneh-aneh bodoh !!”
Ruang musik ......
“Hey kau cepat sini, temani aku latihan” katanya sambil melambaikan tangannya padaku yang membuatku menghampiri dirinya.
melihatnya memainkan biola sedekat ini membuatku gugup dan senang. Ada apa denganku? Apa yang sebenarnya aku suka?
“aku mulai yah”
istirahat sambil mendengarkannya bermain biola adalah keistimewaan yang luar biasa.
“jika setiap hari diliatin seperti itu oleh mu aku akan semangat nih main biolanya :D”.
“apa?! Wajahku terlihat aneh?
“aku sudah capek latihannya, aku ingin mengajarimu kunci rahasiaku
“tapi aku kan lagi cidera?!” menunjukkan tanganku.
“pakai satu tangan saja, untuk kali ini aku akan jadi tangan kirimu
Dheg . . . . . Dheg . . . . dheg
Dia berada tepat dibelakangku, denyutan jantungnya sangat terasa dipunggungku
“hey, benar-benar tidak sadar yah. Kalo begitu akan aku sadarkan”.
Tanpa disangka sebuah ciuman bersarang dimulutku. Getaran bibirku sangat kencang dan bibirnya juga bergetar sangat terasa dibibirku.
“selama ini aku bermain hanya untukmu, yang aku sukai selama ini yang aku sukai hanya kamu”.
trrrriiiiiiiiingggg (bunyi bel)
“gawat aku harus segera masuk, aku ke kelas dulu” lari keluar dari ruang musik.
“apa ini mimpi? Tubuh ku sepeti dia bawanya melayang. Aku jadi ingin bermain biola. Sesekali tidak apalah. membuka perban dan mulai memainkan biola
♪ ♪ ♪ ♪ ♫ ♫ ♫ ♫ ♫   ♪ ♪ ♪ ♪ ♫ ♫ ♫ ♫ ♫ ♪ ♪ ♪ ♪ ♫ ♫ ♫ ♫ ♫   ♪ ♪ ♪ ♪ ♫ ♫ ♫ ♫ ♫
“ah, sepertinya ponselku tertinggal di uang musik” lari berbalik ke ruang musik
Tiba-tiba saat aku sedang bermain biola dia sudah ada dan melihatku sedang bermain. Apa ini akhir dari janji itu. Kebohonganku terbongkar.
 “jadi selama ini kau membohongiku? Tapi kenapa? Guru juga berkerjasama denganmu agar aku tampil dikonser sampai berbuat seperti ini. Ternyata yang kau sukai bukan aku tapi permainan biolaku. Senyumanmu itu sudah membuat aku salah paham, bodoh sekali aku”.
“tadinya aku begini karena aku memikirkan masa depanmu lalu ingin mendengarkan suara biolamu. Tapi aku sadar aku juga suka kamu. Aku ingin selalu bersamamu. Jadi maafkan aku .....
jangan-jangan kau bilang begitu hanya ingin melihatku tampil dikonser .....baiklah, masalah konser itu aku pikir-pikir dulu.
Breegg ......
Wajahnya yang seperti itu baru pertama kali aku melihatnya. aku tak sanggup jika perasaanku juga dianggap sebagai kebohongan.
“dia tidak datang. Padahal sebentar lagi gilirannya tampil. Hanya kamu yang bisa menggantikannya”.
“kalau hanya memainkan lagu aku sih bisa saja”.
Aku sudah tahu akan begini jadinya, aku muak dengan diriku sendiri yang tetap menanti dia datang kesini untuk konsernya
“hay! Kalau kamu nggak sehat aku bisa menggantikanmu” datang dari belakang.
“ehh, aku baik-baik saja!!”  suara membentak lalu berbalik menoleh kebelakang
“ kalau begitu mau berduet denganku?!
euhmm . . .
“pasti kau bingung, setelah kau ketahuan berbohong kenapa aku tetap datang. Kau pikir aku berapa lama memendam cinta ini untukmu? Mana mungkin hanya kejadian itu aku langsung membencimu. Hari ini aku datang untuk memenuhi janji kita. Janji untuk memberikan waktumu hingga sekarang (menarik tanganmu ke atas panggung)
Semua penonton terheran-heran dengan ini semua . , .
“kalau kau nbenar-benar menyukaiku, aku ingin perjanjian kita diperpanjang. Jadilah milikku selamanya.
aku benar bena suka dia, suka sekali.
Melodi ini membawaku terbang melayang. 16 tahun hidupku hanya melodi ini yang aku tunggu. Aku berdampingan dengannya memainkan melodi ini. “Melodi rahasia”

Cerpen Remaja



To Love A Cool Boy

Dibelakang sekolah

“aku suka padamu, maukah kau menerima ku?” ujar Reno kaka seniorku

“hmmmmm, maaf aku sudah suka seseorang.” Jawabku terbata-bata

Tanpaku sadari Tiar datang dari balik badanku dan langsung merangkulku dari belakang.

“orang itu aku” cletuk Tiar yang entah mengapa berkata seperti itu

“ihh, apa-apaan sih kamu. Ini bukan urusanmu. Sana pergi !!

“ah, ternyata benar” jawab Kak Reno kemudian lari menjauh.

“yaap. Tepat sekali”.

“apa-apaan sih kamu. Membuat orang salah paham begitu

“lalu siapa orang yang kau suka itu? Apa dia lebih keren dariku?

            “aaa aku suka padaa .... ah, itukan bukan urusanmu!

“yakin mau bilang kaya gitu, cepat bilang. Atau mau aku cium dulu?! Aku serius lho

“ngga ada yang aku suka bodoh” tak tahu kenapa aku langsung saja bilang seperti itu. Apa mungkin aku jadi terlihat bodoh dihadapannya ya? Ahhh aku menyesal.

Biarku ceritakan terlebih dahulu yah, Tiar itu temanku sejak kami masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Kebetulan rumahnya pindah dekat dengan rumahku yang membuat kami menjadi sangat akrab tiap harinya.

Sewaktu kecil Tiar selalu saja mengumpat dibalik badanku yang memang libih tinggi dan lebih besar darinya. Setiap dia bermasalah dengan siswa yang lain pasti akulah yang pertama membelanya. Tapi sekarang Tiar benar-benar berbeda dari yang dulu. Tiar yang sekarang lebih tinggi dibandingkan aku. Tinggi tiar sekitar 178 cm dibandingkan aku yang masih 167 cm L. Badannya yang dulu kurus kering sekarang justru ideal karena hobbynya yang sering dilakukan. Aahhh dia beda sekali.

Benar-benar mendebarkan. Aku tak bisa bilang bahwa yang aku suka adalah dia. aku tak bisa mengatakannya. Kaena dia orang yang aku suka sejak dulu dan dia satu kelas denganku sekarang.

“ wah, kamu masuk 3 besar lagi. Sudah cantik, pintar dan gayamu juga keren. Sangat patut ditiru. Haha” cletuk Sera teman sebangku ku

Peingkat UTS :

1.      Alexagi Tiarco

2.      Annisa Misayako

“dia memang hebat, keren dan tampan. Pokoknya dia itu memang idaman semua cewek” tanpa sadar aku bergumam demikian dengan memandang kearah Tiar yang memang sedang dikelilingi gundukan cabe-cabean liar.

“hey, kau dengar tidak sih apa yang aku bilang ?!” teriak Lasera dekat gendang telingaku

“eh maaf, iiiya tadi kau bilang apa?”

“ hadeh -__- kau ini bagaimana? Lagi mikirin apa sih?”

“ hmmm, ngga ada kok. Oh tadi kau bilang apa?

“ohh, minggu depan itukan sekolah kita akan mengadakan camping di luar kota, Ikut yah niss, please ?!!

“aku ngga mau, pasti membosankan. Lagian aku juga sibuk untuk persiapan masuk univesitas. Apa kalian ngga?”

“yah, malah kalo ngga ada kamu kita malah yang bosan tau. Kalo itu sih kami udah pikirin untuk liburan dulu. Kan paling berapa hari doang. Kamu ikut yahhh!!” jawab Katia dengan nada gurauannya seperti biasa.

“ngga mau titik” .

Apa dia ikut ke camping minggu depan yah, sebenanya aku ingin ikut jika dia juga ikut. Tapi pasti dia malas buat ikut kegiatan semacam itu. Tapi apa salah nya jika aku bujuk dia dulu.

Keesokan harinya . . . .

“hey, kau terpesona dengan ku ya?!

“eh, mana mungkin !!!” tanpa sadar aku sedari tadi ternyata melihat ke arah Tiar dan dia balik melihatku yang dari tadi memandangi dia.

“makanya jangan melihatku sepeti itu dong ! aku bisa salah paham lho

“dasar bodoh !!

Dheg . . . dheg

Aduh gimana nih, aku bisa tambah suka sama dia. tapi aku suka hubungan kami yang sekarang.



Dhug dhug dhug. Syuuuut, hap ! duashhhh !!

Yah ! kalau soal basket aku memang sangat payah. Kalau dibanding dengan dia aku ngga ada apa-apanya

“istirahat siang malah untuk latian?” teriak Tiar kepadaku dengan nada juteknya.

Ehh . . . .

“kalau kau mau aku bisa menjadi pelatihmu lho” tawar Tiar

“heyy! Ngapain kamu berdiri disitu?  Jangan-jangan tadi kamu ngintip yah?!! -_____-+

“yap, habis tadi ketika kamu bekerja keras kau terlihat manis dan bersinar, jadi dari pada untuk menyapamu lebih baik aku menatapimu .

Syuuuut. Bluung ! seketika bola yang dilemparnya langsung masuk ke ring basket yang jaraknya jauh dari dia.

Wah, dia memang sangat hebat.

“ayo, mintalah aku jadi pelatihmu!”

“huh, kalau itu aku juga bisa.”

Hyuuung. Pusing (anemia) aku merasa tubuhku berat sekali.

Bruk. Grep

“ah, apa kau tidak apa-apa?”

“tidak” tiba-tiba suaraku melemah dan pandanganku gelap.

Hari itu aku sadar bahwa aku tak bisa mengungkapkan perasaan. aku yakin jika aku tak bisa mengungkapkan perasaan dan kenapa aku tak coba untuk menggodanya agar dia mau mengungkapkan perasaannya. aku pun bersiap-siap untuk besok menggoda dia di sekolah agar mau menyatakan peasaannya kepadaku.

“hay, bisa tolong aku untuk mengerjakan soal ini?”

“kau pasti bisa jika kau berusaha” dengan nada datar

“masa sih? Aku udah nyoba. Tapi tetep aja ngga bisa”

(dalam hati) “ini memang Cuma alasanku agar bisa merduaan dengan mu bodoh!”

“berusahalah, pasti kau bisa !”

Huuu, rencanaku gagal total.aku harus cari jalan lain

“kayaknya hari ini ada yang beda denganmu deh, coba liat sini dong!” seru Tiar kepadaku

“apa?! Pasti kau hanya mau meledekku kan?! Aku sibuk !!

“ngga . . maaf, aku merasa kalau kau cantik sekali” ujarnya dengan tetap mempertahankan ekspresi datarnya.

(dalam hati) jangan mengatakan dengan wajah seperti itu bodoh! Aku jadi berdebaran dan tidak bisa melakukan apa-apa. Jadi tambah suka denganmu sampai dadaku sesak. Tapi, aku harus membuatnya bilang suka duluan padaku! Jadi aku harus bisa berduaan dengannya! Oh iya. Camping itu!

Berduaan !

“maaf, aku ada janji dengan temanku. Apa ada urusan darurat?” ujar bahtiar yang memang terlihat buru-buru.

“ nggak kok, Cuma ingin ditemani untuk pergi ke camping.. tapi yasudahlah tidak usah dipikirkan”.

“yakin Cuma ingin menemani saja? Coba katakan sesuatu yang bisa membuatku melupakan teman-temanku. Mungkin aku mau menemanimu

“ eeeee, aku ingin beduaan denganmu!” tanpa sadar aku sudah memeluk Tiar dengan erat.

“kenapa kau tidak bilang dari dulu?”

“aku malu untuk mengatakan yang sejujurnya dengan mu”

“tapi maaf, aku. Aku . aku tidak bisa pergi dari mu dan akan selalu ada disampingmu kapanpun kau mau!”