To Love A Cool Boy
Dibelakang sekolah
“aku suka padamu,
maukah kau menerima ku?” ujar Reno kaka seniorku
“hmmmmm, maaf aku sudah
suka seseorang.” Jawabku terbata-bata
Tanpaku sadari Tiar datang dari balik badanku dan
langsung merangkulku dari belakang.
“orang itu aku” cletuk
Tiar yang entah mengapa berkata seperti itu
“ihh, apa-apaan sih
kamu. Ini bukan urusanmu. Sana pergi !!
“ah, ternyata benar” jawab
Kak Reno kemudian lari menjauh.
“yaap. Tepat sekali”.
“apa-apaan sih kamu.
Membuat orang salah paham begitu
“lalu siapa orang yang
kau suka itu? Apa dia lebih keren dariku?
“aaa aku suka padaa .... ah, itukan
bukan urusanmu!
“yakin mau bilang kaya
gitu, cepat bilang. Atau mau aku cium dulu?! Aku serius lho
“ngga ada yang aku suka
bodoh” tak tahu kenapa aku langsung saja bilang seperti itu. Apa mungkin aku
jadi terlihat bodoh dihadapannya ya? Ahhh aku menyesal.
Biarku ceritakan terlebih dahulu yah, Tiar itu
temanku sejak kami masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Kebetulan rumahnya
pindah dekat dengan rumahku yang membuat kami menjadi sangat akrab tiap
harinya.
Sewaktu kecil Tiar selalu saja mengumpat dibalik
badanku yang memang libih tinggi dan lebih besar darinya. Setiap dia bermasalah
dengan siswa yang lain pasti akulah yang pertama membelanya. Tapi sekarang Tiar
benar-benar berbeda dari yang dulu. Tiar yang sekarang lebih tinggi
dibandingkan aku. Tinggi tiar sekitar 178 cm dibandingkan aku yang masih 167 cm
L.
Badannya yang dulu kurus kering sekarang justru ideal karena hobbynya yang
sering dilakukan. Aahhh dia beda sekali.
Benar-benar mendebarkan. Aku tak bisa bilang bahwa
yang aku suka adalah dia. aku tak bisa mengatakannya. Kaena dia orang yang aku
suka sejak dulu dan dia satu kelas denganku sekarang.
“ wah, kamu masuk 3
besar lagi. Sudah cantik, pintar dan gayamu juga keren. Sangat patut ditiru.
Haha” cletuk Sera teman sebangku ku
Peingkat UTS :
1. Alexagi
Tiarco
2. Annisa
Misayako
“dia memang hebat, keren dan
tampan. Pokoknya dia itu memang idaman semua cewek” tanpa sadar aku bergumam
demikian dengan memandang kearah Tiar yang memang sedang dikelilingi gundukan
cabe-cabean liar.
“hey, kau dengar tidak
sih apa yang aku bilang ?!” teriak Lasera dekat gendang telingaku
“eh maaf, iiiya tadi
kau bilang apa?”
“ hadeh -__- kau ini
bagaimana? Lagi mikirin apa sih?”
“ hmmm, ngga ada kok.
Oh tadi kau bilang apa?
“ohh, minggu depan
itukan sekolah kita akan mengadakan camping di luar kota, Ikut yah niss, please
?!!
“aku ngga mau, pasti
membosankan. Lagian aku juga sibuk untuk persiapan masuk univesitas. Apa kalian
ngga?”
“yah, malah kalo ngga
ada kamu kita malah yang bosan tau. Kalo itu sih kami udah pikirin untuk
liburan dulu. Kan paling berapa hari doang. Kamu ikut yahhh!!” jawab Katia
dengan nada gurauannya seperti biasa.
“ngga mau titik” .
Apa dia ikut ke camping minggu depan yah, sebenanya
aku ingin ikut jika dia juga ikut. Tapi pasti dia malas buat ikut kegiatan
semacam itu. Tapi apa salah nya jika aku bujuk dia dulu.
Keesokan harinya . . . .
“hey, kau terpesona dengan
ku ya?!
“eh, mana mungkin !!!”
tanpa sadar aku sedari tadi ternyata melihat ke arah Tiar dan dia balik
melihatku yang dari tadi memandangi dia.
“makanya jangan
melihatku sepeti itu dong ! aku bisa salah paham lho
“dasar bodoh !!
Dheg . . . dheg
Aduh gimana nih, aku bisa tambah suka sama dia. tapi
aku suka hubungan kami yang sekarang.
Dhug dhug dhug. Syuuuut, hap ! duashhhh !!
Yah ! kalau soal basket aku memang sangat payah.
Kalau dibanding dengan dia aku ngga ada apa-apanya
“istirahat siang malah
untuk latian?” teriak Tiar kepadaku dengan nada juteknya.
Ehh . . . .
“kalau kau mau aku bisa
menjadi pelatihmu lho” tawar Tiar
“heyy! Ngapain kamu
berdiri disitu? Jangan-jangan tadi kamu
ngintip yah?!! -_____-+
“yap, habis tadi ketika
kamu bekerja keras kau terlihat manis dan bersinar, jadi dari pada untuk
menyapamu lebih baik aku menatapimu .
Syuuuut. Bluung ! seketika bola yang dilemparnya
langsung masuk ke ring basket yang jaraknya jauh dari dia.
Wah, dia memang sangat hebat.
“ayo, mintalah aku jadi
pelatihmu!”
“huh, kalau itu aku
juga bisa.”
Hyuuung. Pusing (anemia) aku merasa tubuhku berat
sekali.
Bruk. Grep
“ah, apa kau tidak
apa-apa?”
“tidak” tiba-tiba
suaraku melemah dan pandanganku gelap.
Hari itu aku sadar bahwa aku tak bisa mengungkapkan
perasaan. aku yakin jika aku tak bisa mengungkapkan perasaan dan kenapa aku tak
coba untuk menggodanya agar dia mau mengungkapkan perasaannya. aku pun
bersiap-siap untuk besok menggoda dia di sekolah agar mau menyatakan peasaannya
kepadaku.
“hay, bisa tolong aku
untuk mengerjakan soal ini?”
“kau pasti bisa jika
kau berusaha” dengan nada datar
“masa sih? Aku udah
nyoba. Tapi tetep aja ngga bisa”
(dalam hati) “ini memang Cuma alasanku agar bisa
merduaan dengan mu bodoh!”
“berusahalah, pasti kau
bisa !”
Huuu, rencanaku gagal total.aku harus cari jalan
lain
“kayaknya hari ini ada
yang beda denganmu deh, coba liat sini dong!” seru Tiar kepadaku
“apa?! Pasti kau hanya
mau meledekku kan?! Aku sibuk !!
“ngga . . maaf, aku
merasa kalau kau cantik sekali” ujarnya dengan tetap mempertahankan ekspresi
datarnya.
(dalam hati) jangan mengatakan dengan wajah seperti
itu bodoh! Aku jadi berdebaran dan tidak bisa melakukan apa-apa. Jadi tambah
suka denganmu sampai dadaku sesak. Tapi, aku harus membuatnya bilang suka
duluan padaku! Jadi aku harus bisa berduaan dengannya! Oh iya. Camping itu!
Berduaan !
“maaf, aku ada janji
dengan temanku. Apa ada urusan darurat?” ujar bahtiar yang memang terlihat
buru-buru.
“ nggak kok, Cuma ingin
ditemani untuk pergi ke camping.. tapi yasudahlah tidak usah dipikirkan”.
“yakin Cuma ingin
menemani saja? Coba katakan sesuatu yang bisa membuatku melupakan
teman-temanku. Mungkin aku mau menemanimu
“ eeeee, aku ingin
beduaan denganmu!” tanpa sadar aku sudah memeluk Tiar dengan erat.
“kenapa kau tidak bilang
dari dulu?”
“aku malu untuk
mengatakan yang sejujurnya dengan mu”
“tapi maaf, aku. Aku .
aku tidak bisa pergi dari mu dan akan selalu ada disampingmu kapanpun kau mau!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar