Followers

Selasa, 16 September 2014

Cerpen Remaja



To Love A Cool Boy

Dibelakang sekolah

“aku suka padamu, maukah kau menerima ku?” ujar Reno kaka seniorku

“hmmmmm, maaf aku sudah suka seseorang.” Jawabku terbata-bata

Tanpaku sadari Tiar datang dari balik badanku dan langsung merangkulku dari belakang.

“orang itu aku” cletuk Tiar yang entah mengapa berkata seperti itu

“ihh, apa-apaan sih kamu. Ini bukan urusanmu. Sana pergi !!

“ah, ternyata benar” jawab Kak Reno kemudian lari menjauh.

“yaap. Tepat sekali”.

“apa-apaan sih kamu. Membuat orang salah paham begitu

“lalu siapa orang yang kau suka itu? Apa dia lebih keren dariku?

            “aaa aku suka padaa .... ah, itukan bukan urusanmu!

“yakin mau bilang kaya gitu, cepat bilang. Atau mau aku cium dulu?! Aku serius lho

“ngga ada yang aku suka bodoh” tak tahu kenapa aku langsung saja bilang seperti itu. Apa mungkin aku jadi terlihat bodoh dihadapannya ya? Ahhh aku menyesal.

Biarku ceritakan terlebih dahulu yah, Tiar itu temanku sejak kami masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Kebetulan rumahnya pindah dekat dengan rumahku yang membuat kami menjadi sangat akrab tiap harinya.

Sewaktu kecil Tiar selalu saja mengumpat dibalik badanku yang memang libih tinggi dan lebih besar darinya. Setiap dia bermasalah dengan siswa yang lain pasti akulah yang pertama membelanya. Tapi sekarang Tiar benar-benar berbeda dari yang dulu. Tiar yang sekarang lebih tinggi dibandingkan aku. Tinggi tiar sekitar 178 cm dibandingkan aku yang masih 167 cm L. Badannya yang dulu kurus kering sekarang justru ideal karena hobbynya yang sering dilakukan. Aahhh dia beda sekali.

Benar-benar mendebarkan. Aku tak bisa bilang bahwa yang aku suka adalah dia. aku tak bisa mengatakannya. Kaena dia orang yang aku suka sejak dulu dan dia satu kelas denganku sekarang.

“ wah, kamu masuk 3 besar lagi. Sudah cantik, pintar dan gayamu juga keren. Sangat patut ditiru. Haha” cletuk Sera teman sebangku ku

Peingkat UTS :

1.      Alexagi Tiarco

2.      Annisa Misayako

“dia memang hebat, keren dan tampan. Pokoknya dia itu memang idaman semua cewek” tanpa sadar aku bergumam demikian dengan memandang kearah Tiar yang memang sedang dikelilingi gundukan cabe-cabean liar.

“hey, kau dengar tidak sih apa yang aku bilang ?!” teriak Lasera dekat gendang telingaku

“eh maaf, iiiya tadi kau bilang apa?”

“ hadeh -__- kau ini bagaimana? Lagi mikirin apa sih?”

“ hmmm, ngga ada kok. Oh tadi kau bilang apa?

“ohh, minggu depan itukan sekolah kita akan mengadakan camping di luar kota, Ikut yah niss, please ?!!

“aku ngga mau, pasti membosankan. Lagian aku juga sibuk untuk persiapan masuk univesitas. Apa kalian ngga?”

“yah, malah kalo ngga ada kamu kita malah yang bosan tau. Kalo itu sih kami udah pikirin untuk liburan dulu. Kan paling berapa hari doang. Kamu ikut yahhh!!” jawab Katia dengan nada gurauannya seperti biasa.

“ngga mau titik” .

Apa dia ikut ke camping minggu depan yah, sebenanya aku ingin ikut jika dia juga ikut. Tapi pasti dia malas buat ikut kegiatan semacam itu. Tapi apa salah nya jika aku bujuk dia dulu.

Keesokan harinya . . . .

“hey, kau terpesona dengan ku ya?!

“eh, mana mungkin !!!” tanpa sadar aku sedari tadi ternyata melihat ke arah Tiar dan dia balik melihatku yang dari tadi memandangi dia.

“makanya jangan melihatku sepeti itu dong ! aku bisa salah paham lho

“dasar bodoh !!

Dheg . . . dheg

Aduh gimana nih, aku bisa tambah suka sama dia. tapi aku suka hubungan kami yang sekarang.



Dhug dhug dhug. Syuuuut, hap ! duashhhh !!

Yah ! kalau soal basket aku memang sangat payah. Kalau dibanding dengan dia aku ngga ada apa-apanya

“istirahat siang malah untuk latian?” teriak Tiar kepadaku dengan nada juteknya.

Ehh . . . .

“kalau kau mau aku bisa menjadi pelatihmu lho” tawar Tiar

“heyy! Ngapain kamu berdiri disitu?  Jangan-jangan tadi kamu ngintip yah?!! -_____-+

“yap, habis tadi ketika kamu bekerja keras kau terlihat manis dan bersinar, jadi dari pada untuk menyapamu lebih baik aku menatapimu .

Syuuuut. Bluung ! seketika bola yang dilemparnya langsung masuk ke ring basket yang jaraknya jauh dari dia.

Wah, dia memang sangat hebat.

“ayo, mintalah aku jadi pelatihmu!”

“huh, kalau itu aku juga bisa.”

Hyuuung. Pusing (anemia) aku merasa tubuhku berat sekali.

Bruk. Grep

“ah, apa kau tidak apa-apa?”

“tidak” tiba-tiba suaraku melemah dan pandanganku gelap.

Hari itu aku sadar bahwa aku tak bisa mengungkapkan perasaan. aku yakin jika aku tak bisa mengungkapkan perasaan dan kenapa aku tak coba untuk menggodanya agar dia mau mengungkapkan perasaannya. aku pun bersiap-siap untuk besok menggoda dia di sekolah agar mau menyatakan peasaannya kepadaku.

“hay, bisa tolong aku untuk mengerjakan soal ini?”

“kau pasti bisa jika kau berusaha” dengan nada datar

“masa sih? Aku udah nyoba. Tapi tetep aja ngga bisa”

(dalam hati) “ini memang Cuma alasanku agar bisa merduaan dengan mu bodoh!”

“berusahalah, pasti kau bisa !”

Huuu, rencanaku gagal total.aku harus cari jalan lain

“kayaknya hari ini ada yang beda denganmu deh, coba liat sini dong!” seru Tiar kepadaku

“apa?! Pasti kau hanya mau meledekku kan?! Aku sibuk !!

“ngga . . maaf, aku merasa kalau kau cantik sekali” ujarnya dengan tetap mempertahankan ekspresi datarnya.

(dalam hati) jangan mengatakan dengan wajah seperti itu bodoh! Aku jadi berdebaran dan tidak bisa melakukan apa-apa. Jadi tambah suka denganmu sampai dadaku sesak. Tapi, aku harus membuatnya bilang suka duluan padaku! Jadi aku harus bisa berduaan dengannya! Oh iya. Camping itu!

Berduaan !

“maaf, aku ada janji dengan temanku. Apa ada urusan darurat?” ujar bahtiar yang memang terlihat buru-buru.

“ nggak kok, Cuma ingin ditemani untuk pergi ke camping.. tapi yasudahlah tidak usah dipikirkan”.

“yakin Cuma ingin menemani saja? Coba katakan sesuatu yang bisa membuatku melupakan teman-temanku. Mungkin aku mau menemanimu

“ eeeee, aku ingin beduaan denganmu!” tanpa sadar aku sudah memeluk Tiar dengan erat.

“kenapa kau tidak bilang dari dulu?”

“aku malu untuk mengatakan yang sejujurnya dengan mu”

“tapi maaf, aku. Aku . aku tidak bisa pergi dari mu dan akan selalu ada disampingmu kapanpun kau mau!”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar