Kenangan
Terindah
Suatu
keluarga yang sangat harmonis terdiri dari papah, mamah, kak Tio dan Lala.
Keluarga ini adalah keluarga yang sangat pengertian satu sama lain. Saat mereka
sedang makan tiba-tiba Lala bertanya “Mah, Pah. Liburan ini kita mau kemana?.”
“Lho, kalo makan jangan sambil bicara La.” Sahut Mamah. Lala pun diam dan
melanjutkan makannya.
Saat
diruang keluarga Lala pun bertanya lagitentang hal tersebut. “Mah, liburan kali
ini mau kemana?.” “sayang, liburan kali ini papah dan mamah ngerencanain untuk
liburan kerumah kakek dan nenek didesa”. “Asiik, aku mau kedesa.” Lala pun
senang karena liburan kali ini dia akan kerumah kakeknya.
Liburan
yang dinanti-nanti pun datang. Lala dan keluarganya mulai berberes-beres barang
apa saja yang akan mereka bawa ke kampung mamah. “kaka, apa barangnya sudah
dibawa semua?.” Tio pun menjawab “sudah mah”. “oh yaudah, ayo pah kita
brangkat.” Sahut mamah
Akhirnya
pun mereka sampai ke kampung halaman kakek. Lala sangat senang dan langsung
jalan-jalan dan menikmati pemandangan yang sangat bagus yang tidak pernah
dilihatnya di kota.
Saat
mereka berkumpul diruang keluarga, Lala bertingkah sangat lucu seperti anak
kecil. Melihat tingkah tersebut semua terbahak-bahak kecuali kak Tio yang
terlihat sangat gelisah. Melihat itu, Lala langsung mendekati kakanya. “kak,
kok kaka diem terus sih? Ada masalah yah.” “enggak kok de” sahut kak tio. “tapi
kenapa kaka diem terus kakak pasti bohong nih, ayo kak jawab yang jujur, ada
masalah apa?”. “iyadeh, ini kakak akan bilang yang jujur. Dek, tadi malem kaka
mimpi saat kita mau pulang liburan mobil yang kita tumpangi jatuh kejurang.”
Jawab kak Tio. “Mimpi itu cuma bunga tidur ka, jadi ngga usah terlalu
dipercaya.” Timpa Lala. “yaudah, sekarang Lala mau bobo dulu. Mending kakak juga
bobo sanah !”.” Iya adikku sayang, mimpi indah yah”.
Keesokkan
hanrinya mereka berpamitan kepada kakeknya karena mereka ingin pulang. Dalam
perjalanan mereka bercanda dan tertawa sangat riang. Saat di pos, mobil yang
mereka tunggangi bertabrakan dengan sebuah mobil pengangkut beras. Mobil mereka
pun jatuh kejurang. Tetapi herannya, Lala dan kakaknya malah terlempar dari
mobil itu sedangkan mamah dan papahnya tidak bisa tertolong karena mereka
tertindih mobil yang rusak berat. Lala dan kakaknya segera dibawa kerumah sakit
oleh warga sekitar yang menemukannya.
Dua
hari sudah Lala terbaring belum sadar di Unit Gawat Darurat dan sampai sekarang
Lala tidak mengetahui bahwa kedua orang tuanya meninggal dunia. Kakak Lala yang
sudah terlebih dahulu mengetahui kejadian itu merasa sangat terpukul namun dia
mencoba untuk tetap tabah. “Kak, mamah dan papah mana?.” Tanya Lala pada kak
Tio. “hmm, mam-mam-mamah dan papah sedang pergi sebentar.” Kak Tio terpaksa
berbohong kepada adiknya karena dia tidak mau melihat adiknya yang baru siuman
itu menjadi syok. Beberapa menit kemudian Lala bertanya kepada kak Tio lagi
“kak, mamah dan papah manah? Katanya sebentar, tapi kok sampe sekarang belum
datang?.” “mungkin mamah dan papah sedang kena macet di jalan dek, yaudah
mending sekarang adek tidur dulu ini kan udah malem. Nanti kalo mamah dan papah
udah dateng dan mau njemput adek nanti kaka bangunin.”
Keesokkan
harinya Lala sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. “kak, katanya
mamah sama papah mau jemput Lala dirumah sakit?.” Tanya Lala. Mendengar itu kak
Tio hanya tetap berjalan kedepan dan berpura-pura tidak mendengarkan. Sambil
menengok kekanan dan kekiri Lala bertanya kepada kakaknya “ihh kak, kenapa kita
kemakam kak? Serem tau.” “dek, kamu jangan kaget yah. Ini mungkin emang udah
jalan takdir kita dari Allah SWT. Mamah dan papah sudah tidak ada didunia ini
dek.” Jawab kak Tio sambil memegangi tangan adiknya. Dengan sedikit tertawa
kecil Lala menjawabnya “he he heh. kak, kaka ngga usah bercanda deh kak. Itu
bener-bener ngga lucu tau.” “bener dek, kaka ngga bohong. Mamah dan papah sudah
meninggal ini makam mamah dan papah” kak Tio menjawabnya sambil memeluk erat
adeknya. Lala segera melepaskan pelukannya dan langsung jatuh tersungkur di
tanah “mamah dan papah, meninggal?! mamaaaaaaahh, papaaaaaaaaahh. Kenapa kalian
pergii !! kalian sudah berjanji kita akan pergi ke rumah kakek lagi kan ?! tapi
kenapa mamah ingkar mah, pah. Kalian pembohong !!” Lala menangis sambil
beberapa kali menyiumi tanah makam kedua orang tuanya dan memeluk batu nisan
kedua orang tuannya.
Sekian
cerita pendek yang dapat saya ceritakan. Amanat yang dapat kita ambil adalah
kita tidak boleh membuat orang tua kita kecewa. Buat lah mereka selalu bangga
atas apa yang kita perbuat selagi mereka masih ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar