The Secret Melodi
aku mengenalnya sejak kecil. kami tak terpisahkan
sejak TK. Sampai masuk SMA aku selalu bersamanya. Namun kami mendapat kelas
yang berbeda.
“hey ! kenapa kau tidak
latian? Bu guru menangis kepadaku tau, bikin repot saja kau ini !” mendobrak
pintu kelas
melihatnya
sedang memangku seseorang. Itu membuatku semakin marah memang dia itu sangat
playboy kepada seseorang sejak masuk SMA
“ah, aku sedang malas.
Jadi hari ini aku ngga bisa pergi ! aku mau pergi jalan bareng mereka. Kau mau
ikut? (menunjuk ke gadis-gadis)
“ngga
sudi !”
BREGGGG
!!!!
Aku sangat kecewa dengannya, apa yang sebenarnya dia
pikirkan sehingga tidak mau latihan biola. Padahal konser tinggal 3 minggu
lagi.
“dia benar-benar tak mau ikut konser” pekikmu sambil
menundukan kepala didepan guru biola.
“padahal
aku ingin menjadikannya pemain biola utama dikonser nanti. Tolong ya. Bilang
lagi ke dia agar mau ikut konser ini. Bu guru tidak tau lagi harus memilih
siapa untuk menggantikannya”. Pintanya kepadaku
Padahal konser ini akan dilihat oleh banyak orang
sekalilgus walikota dan dosen universitas. Tiar akan masuk ke universitas bagus
bila dia ikut konser ini. Apapun akan ku lakukan demi masa depannya. Karena
permainan biolanya itu akan membantunya menggapai impiannya.
“baiklah, aku punya ide agar dia mau tampil di
konser” sahutku sambil menunjuk keatas.
“apa ide nya?” kata bu
Nisa sambil mendekat penasaran.
Apapun akan kulakukan
demi masa depannya ......
“apa kau tidak apa-apa!?”. Dia datang dan mendobrak
pintu
“Aku
mendengar dari guru katanya tanganmu cidera. apa Itu benar?”
“iya, butuh waktu 3
minggu untuk menyembuh kan cidera ini. Sepertinya aku ngga bisa tampil di
konser penyambutan nanti”. Jawabku sambil menunjukan jariku yang dilapis
perban.
“ apa?!!”
maaf
aku berbohong, untuk kali ini saja aku tidak ikut konser. Karena dengan ini kau
bisa ikut konser dan menggapai impianmu
“perlihatkan tanganmu!”. menarik tanganku lalu
menciumnya
Dheg . . . . dheg . . . dheg
“dasar bodoh, padahal
kau berlatih giat demi tampil di konser itu”.
“karena tanganku
seperti ini, maukah kamu menggantikanku dikonser nanti?”. Kataku merajuk.
“kalau itu aku ngga
mau!”.
“apa?!”
“tidak ada hubungannya
dengan ini semuakan, aku bermain biola bukan untuk dilihat semua orang. Aku
bermain hanya untuk ........”.
Ada apa ini, padahal
dia hanya memainkan satu lagu di konser nanti. Semua rencana ku gagal total.
aaaarrrghhhhhh
“hari ini aku diajak
kencan sama seseorang, karena aku mendengar kau cidera jadi aku tinggalkan
orang itu. Ini semua salahmu, kau merusak hariku. Sebagai gantinya kau harus
memberikan waktumu sampai konser penyambutan. Jika kau setuju aku akan tampil
di konser. Bagaimana?”
Brarti
bisa dibilang rencana ku berhasilkan
“hay, kita pergi karaokean yukk !” ajak teman
sekelasku
“maaf,
waktu denganku adalah prioritas utama buatnya” membuka pintu kelas lalu
memegang tanganku.
“kata
siapa?!
“kau
yang bilang akan memberikan waktumu kepadaku”
“ahhh,
jangan bilang yang aneh-aneh bodoh !!”
Ruang
musik ......
“Hey
kau cepat sini, temani aku latihan” katanya sambil melambaikan tangannya padaku
yang membuatku menghampiri dirinya.
melihatnya memainkan biola sedekat
ini membuatku gugup dan senang. Ada apa denganku? Apa yang sebenarnya aku suka?
“aku
mulai yah”
istirahat sambil mendengarkannya
bermain biola adalah keistimewaan yang luar biasa.
“jika
setiap hari diliatin seperti itu oleh mu aku akan semangat nih main biolanya :D”.
“apa?!
Wajahku terlihat aneh?
“aku
sudah capek latihannya, aku ingin mengajarimu kunci rahasiaku
“tapi
aku kan lagi cidera?!” menunjukkan tanganku.
“pakai
satu tangan saja, untuk kali ini aku akan jadi tangan kirimu
Dheg
. . . . . Dheg . . . . dheg
Dia berada tepat dibelakangku, denyutan jantungnya
sangat terasa dipunggungku
“hey,
benar-benar tidak sadar yah. Kalo begitu akan aku sadarkan”.
Tanpa disangka sebuah ciuman bersarang dimulutku.
Getaran bibirku sangat kencang dan bibirnya juga bergetar sangat terasa dibibirku.
“selama
ini aku bermain hanya untukmu, yang aku sukai selama ini yang aku sukai hanya
kamu”.
trrrriiiiiiiiingggg (bunyi bel)
“gawat
aku harus segera masuk, aku ke kelas dulu” lari keluar dari ruang musik.
“apa
ini mimpi? Tubuh ku sepeti dia bawanya melayang. Aku jadi ingin bermain biola.
Sesekali tidak apalah. membuka perban dan mulai memainkan biola
♪ ♪ ♪ ♪ ♫ ♫ ♫ ♫ ♫ ♪ ♪ ♪ ♪
♫ ♫ ♫ ♫ ♫ ♪ ♪ ♪ ♪ ♫ ♫ ♫ ♫ ♫ ♪ ♪ ♪ ♪ ♫ ♫
♫ ♫ ♫
“ah,
sepertinya ponselku tertinggal di uang musik” lari berbalik ke ruang musik
Tiba-tiba saat aku sedang bermain biola dia sudah
ada dan melihatku sedang bermain. Apa ini akhir dari janji itu. Kebohonganku
terbongkar.
“jadi selama ini kau membohongiku? Tapi
kenapa? Guru juga berkerjasama denganmu agar aku tampil dikonser sampai berbuat
seperti ini. Ternyata yang kau sukai bukan aku tapi permainan biolaku.
Senyumanmu itu sudah membuat aku salah paham, bodoh sekali aku”.
“tadinya
aku begini karena aku memikirkan masa depanmu lalu ingin mendengarkan suara
biolamu. Tapi aku sadar aku juga suka kamu. Aku ingin selalu bersamamu. Jadi
maafkan aku .....
jangan-jangan
kau bilang begitu hanya ingin melihatku tampil dikonser .....baiklah, masalah
konser itu aku pikir-pikir dulu.
Breegg
......
Wajahnya yang seperti itu baru pertama kali aku
melihatnya. aku tak sanggup jika perasaanku juga dianggap sebagai kebohongan.
“dia
tidak datang. Padahal sebentar lagi gilirannya tampil. Hanya kamu yang bisa
menggantikannya”.
“kalau
hanya memainkan lagu aku sih bisa saja”.
Aku sudah tahu akan begini jadinya,
aku muak dengan diriku sendiri yang tetap menanti dia datang kesini untuk
konsernya
“hay!
Kalau kamu nggak sehat aku bisa menggantikanmu” datang dari belakang.
“ehh,
aku baik-baik saja!!” suara membentak lalu
berbalik menoleh kebelakang
“
kalau begitu mau berduet denganku?!
euhmm
. . .
“pasti
kau bingung, setelah kau ketahuan berbohong kenapa aku tetap datang. Kau pikir
aku berapa lama memendam cinta ini untukmu? Mana mungkin hanya kejadian itu aku
langsung membencimu. Hari ini aku datang untuk memenuhi janji kita. Janji untuk
memberikan waktumu hingga sekarang (menarik tanganmu ke atas panggung)
Semua
penonton terheran-heran dengan ini semua . , .
“kalau
kau nbenar-benar menyukaiku, aku ingin perjanjian kita diperpanjang. Jadilah
milikku selamanya.
aku benar bena suka dia, suka
sekali.
Melodi ini membawaku terbang melayang. 16 tahun
hidupku hanya melodi ini yang aku tunggu. Aku berdampingan dengannya memainkan
melodi ini. “Melodi rahasia”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar