Followers

Selasa, 16 September 2014

Cerpen Remaja



The Secret Melodi

aku mengenalnya sejak kecil. kami tak terpisahkan sejak TK. Sampai masuk SMA aku selalu bersamanya. Namun kami mendapat kelas yang berbeda.
“hey ! kenapa kau tidak latian? Bu guru menangis kepadaku tau, bikin repot saja kau ini !” mendobrak pintu kelas
melihatnya sedang memangku seseorang. Itu membuatku semakin marah memang dia itu sangat playboy kepada seseorang sejak masuk SMA
“ah, aku sedang malas. Jadi hari ini aku ngga bisa pergi ! aku mau pergi jalan bareng mereka. Kau mau ikut? (menunjuk ke gadis-gadis)
“ngga sudi !”
BREGGGG !!!!
Aku sangat kecewa dengannya, apa yang sebenarnya dia pikirkan sehingga tidak mau latihan biola. Padahal konser tinggal 3 minggu lagi.
“dia benar-benar tak mau ikut konser” pekikmu sambil menundukan kepala didepan guru biola.
“padahal aku ingin menjadikannya pemain biola utama dikonser nanti. Tolong ya. Bilang lagi ke dia agar mau ikut konser ini. Bu guru tidak tau lagi harus memilih siapa untuk menggantikannya”. Pintanya kepadaku
Padahal konser ini akan dilihat oleh banyak orang sekalilgus walikota dan dosen universitas. Tiar akan masuk ke universitas bagus bila dia ikut konser ini. Apapun akan ku lakukan demi masa depannya. Karena permainan biolanya itu akan membantunya menggapai impiannya.
“baiklah, aku punya ide agar dia mau tampil di konser” sahutku sambil menunjuk keatas.
“apa ide nya?” kata bu Nisa sambil mendekat penasaran.
Apapun akan  kulakukan demi masa depannya ......
 “apa kau tidak apa-apa!?”. Dia datang dan mendobrak pintu
            “Aku mendengar dari guru katanya tanganmu cidera. apa Itu benar?”
“iya, butuh waktu 3 minggu untuk menyembuh kan cidera ini. Sepertinya aku ngga bisa tampil di konser penyambutan nanti”. Jawabku sambil menunjukan jariku yang dilapis perban.
“ apa?!!”
maaf aku berbohong, untuk kali ini saja aku tidak ikut konser. Karena dengan ini kau bisa ikut konser dan menggapai impianmu
“perlihatkan tanganmu!”. menarik tanganku lalu menciumnya
Dheg . . . . dheg . . . dheg
“dasar bodoh, padahal kau berlatih giat demi tampil di konser itu”.
“karena tanganku seperti ini, maukah kamu menggantikanku dikonser nanti?”. Kataku merajuk.
“kalau itu aku ngga mau!”.
“apa?!”
“tidak ada hubungannya dengan ini semuakan, aku bermain biola bukan untuk dilihat semua orang. Aku bermain hanya untuk ........”.
Ada apa ini, padahal dia hanya memainkan satu lagu di konser nanti. Semua rencana ku gagal total. aaaarrrghhhhhh
“hari ini aku diajak kencan sama seseorang, karena aku mendengar kau cidera jadi aku tinggalkan orang itu. Ini semua salahmu, kau merusak hariku. Sebagai gantinya kau harus memberikan waktumu sampai konser penyambutan. Jika kau setuju aku akan tampil di konser. Bagaimana?”
Brarti bisa dibilang rencana ku berhasilkan
 “hay, kita pergi karaokean yukk !” ajak teman sekelasku
“maaf, waktu denganku adalah prioritas utama buatnya” membuka pintu kelas lalu memegang tanganku.
“kata siapa?!
“kau yang bilang akan memberikan waktumu kepadaku”
“ahhh, jangan bilang yang aneh-aneh bodoh !!”
Ruang musik ......
“Hey kau cepat sini, temani aku latihan” katanya sambil melambaikan tangannya padaku yang membuatku menghampiri dirinya.
melihatnya memainkan biola sedekat ini membuatku gugup dan senang. Ada apa denganku? Apa yang sebenarnya aku suka?
“aku mulai yah”
istirahat sambil mendengarkannya bermain biola adalah keistimewaan yang luar biasa.
“jika setiap hari diliatin seperti itu oleh mu aku akan semangat nih main biolanya :D”.
“apa?! Wajahku terlihat aneh?
“aku sudah capek latihannya, aku ingin mengajarimu kunci rahasiaku
“tapi aku kan lagi cidera?!” menunjukkan tanganku.
“pakai satu tangan saja, untuk kali ini aku akan jadi tangan kirimu
Dheg . . . . . Dheg . . . . dheg
Dia berada tepat dibelakangku, denyutan jantungnya sangat terasa dipunggungku
“hey, benar-benar tidak sadar yah. Kalo begitu akan aku sadarkan”.
Tanpa disangka sebuah ciuman bersarang dimulutku. Getaran bibirku sangat kencang dan bibirnya juga bergetar sangat terasa dibibirku.
“selama ini aku bermain hanya untukmu, yang aku sukai selama ini yang aku sukai hanya kamu”.
trrrriiiiiiiiingggg (bunyi bel)
“gawat aku harus segera masuk, aku ke kelas dulu” lari keluar dari ruang musik.
“apa ini mimpi? Tubuh ku sepeti dia bawanya melayang. Aku jadi ingin bermain biola. Sesekali tidak apalah. membuka perban dan mulai memainkan biola
♪ ♪ ♪ ♪ ♫ ♫ ♫ ♫ ♫   ♪ ♪ ♪ ♪ ♫ ♫ ♫ ♫ ♫ ♪ ♪ ♪ ♪ ♫ ♫ ♫ ♫ ♫   ♪ ♪ ♪ ♪ ♫ ♫ ♫ ♫ ♫
“ah, sepertinya ponselku tertinggal di uang musik” lari berbalik ke ruang musik
Tiba-tiba saat aku sedang bermain biola dia sudah ada dan melihatku sedang bermain. Apa ini akhir dari janji itu. Kebohonganku terbongkar.
 “jadi selama ini kau membohongiku? Tapi kenapa? Guru juga berkerjasama denganmu agar aku tampil dikonser sampai berbuat seperti ini. Ternyata yang kau sukai bukan aku tapi permainan biolaku. Senyumanmu itu sudah membuat aku salah paham, bodoh sekali aku”.
“tadinya aku begini karena aku memikirkan masa depanmu lalu ingin mendengarkan suara biolamu. Tapi aku sadar aku juga suka kamu. Aku ingin selalu bersamamu. Jadi maafkan aku .....
jangan-jangan kau bilang begitu hanya ingin melihatku tampil dikonser .....baiklah, masalah konser itu aku pikir-pikir dulu.
Breegg ......
Wajahnya yang seperti itu baru pertama kali aku melihatnya. aku tak sanggup jika perasaanku juga dianggap sebagai kebohongan.
“dia tidak datang. Padahal sebentar lagi gilirannya tampil. Hanya kamu yang bisa menggantikannya”.
“kalau hanya memainkan lagu aku sih bisa saja”.
Aku sudah tahu akan begini jadinya, aku muak dengan diriku sendiri yang tetap menanti dia datang kesini untuk konsernya
“hay! Kalau kamu nggak sehat aku bisa menggantikanmu” datang dari belakang.
“ehh, aku baik-baik saja!!”  suara membentak lalu berbalik menoleh kebelakang
“ kalau begitu mau berduet denganku?!
euhmm . . .
“pasti kau bingung, setelah kau ketahuan berbohong kenapa aku tetap datang. Kau pikir aku berapa lama memendam cinta ini untukmu? Mana mungkin hanya kejadian itu aku langsung membencimu. Hari ini aku datang untuk memenuhi janji kita. Janji untuk memberikan waktumu hingga sekarang (menarik tanganmu ke atas panggung)
Semua penonton terheran-heran dengan ini semua . , .
“kalau kau nbenar-benar menyukaiku, aku ingin perjanjian kita diperpanjang. Jadilah milikku selamanya.
aku benar bena suka dia, suka sekali.
Melodi ini membawaku terbang melayang. 16 tahun hidupku hanya melodi ini yang aku tunggu. Aku berdampingan dengannya memainkan melodi ini. “Melodi rahasia”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar